Selasa, 26 Mei 2015

26052015

Okah: Assalamu'alaikum cantik. Liburan semester 5 culik kita ke Jogja ya. Kita kangen kamu. Kangen banget (with Dhia)
Aku: Ohh.. oke. jangan lupa siapin ongkos sama pempek.
Okah: Dhia tunggu beasiswanya cair. Kalo aku tunggu gajian. Wkwkwk .. Pokoknya semester 5 colek kami.
Dhia: Ahaha.. harus jadi perempuan rajin menabung dulu ini.

Pascabaca pesan socmed dari mereka, para sahabatku,  malamnya mereka segera datang...
 ke mimpiku.

#latepost

Minggu, 10 Mei 2015

10052015

Ceritanya habis pelatihan...

aku: (dengar) selamat datang di acara pengajian....... kita sebagai warga (......)
aku: (membatin) wih, provinsi kelahiranku. (keluar, nyusul L)
L: asalmu kan? ikut aja gih :D
aku: (nyengir) ntar aku paling 'bagus' sendiri dong :p

Kemudian kita jalan lagi sambil lanjut cerita, sampai pada topik pas aku bilang gini:
aku: lho, pertemuan itu gak ada yang salah, L
L: lu bicara dalam konteks apa sih -_-

**
Bacanya jangan serius amat. Rileks saja. Kita berbicara dengan nada bercanda. Walau begitu tetap ada yang mau kusampaikan.

Bertepatan pascapelatihan, salah satu ilmu yang kita dapat adalah betapa pentingnya sikap positive thinking dan positive feeling dalam bersosialisasi. Perkara yang aneh- aneh (misalnya: orang mau nerima sikap saya enggak ya) itu disingkiran dulu.

Terus hubungannya sama percakapan tadi? Ah, baiklah, akan kulanjutkan ini sebagai penutup yang manis:

aku: nah, aku tau nih maksudmu apa (nyengir)
L: (nyengir juga)
aku: sekarang ini kan konteksnya positif. 'Ketemu'nya ya ketemu sama teman misalnya. Terapin kata ibu A tadi ^^
L: ohh.. tentu, possitive thinking and feeling..

Bahwa setiap pertemuan itu membawa pembelajaran dan hikmah masing- masing. ~BR


Jumat, 03 April 2015

Beda

Setiap orang dilahirkan dikeluarga berbeda, dibesarkan dengan cara berbeda, berada dilingkungan berbeda. Semua berbeda.... dengan orang lainnya.
Maka inilah salah satunya mengapa karakter tiap orang berbeda- beda.

Ketika aku menuliskan atau mengemukakan suatu pendapat, aku tahu bahwa setiap orang juga punya pendapat masing- masing.

Yang ku tahu adalah, kalau keegoan saja yang ingin ditunjukkan, aku yakin, di dunia ini orang akan selalu menjudge yang lainnya. Menganggap mengapa ia memperlakukanku seperti itu, mengapa orang itu cuek melulu, mengapa ia selalu bersikap baik, atau apapun itu.

Mungkin jalan bagusnya adalah, hargai saja setiap perbedaan itu. Hargai saja, walaupun seringnya kau merasa jengkel ketika perbedaan itu ada.

Ya, sekali lagi ku katakan, setiap orang punya pendapat masing- masing.

Selasa, 17 Maret 2015

Satu Menit

Kau tau, ketika aku diberikan waktu empat hari untuk bertemu mereka, tentu aku menganggap itu semua sudah cukup. Dari pertemuan itu mengajarkanku bahwa bagaimanapun mereka, mereka adalah orang yang sangat dekat dan selalu ada untukku. Mereka menerima dan memahami seberapa buruknya beberapa sifat pada diriku.

Maka ketika empat hari itu telah usai, kaki terasa berat untuk melangkah. Meninggalkan mereka. Aku makin menyadari bahwa satu menit pun sangat berharga untuk bersama mereka. Padahal ketika aku masih anak- anak dan lagi dimarahi salah satu diantara mereka, bukankah aku pernah berpikir betapa kesalnya aku selalu bertemu mereka?

Aku pergi demi amanah, pulang untuk kalian.

BR