Senin, 24 Maret 2014

Aku, Si Penikmat Langit

Jika di novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye, si tokoh utama yang dari kecil hingga sekarang suka berlama- lama menatap bulan, maka aku dari kecil hingga sekarang suka berlama- lama menatap langit.

Sewaktu kecil, aku paling suka duduk berlama- lama di beranda rumah apalagi menanti senja. Di sana, aku hanya duduk terdiam menatap langit. Apalagi dulu di dekat rumahku, alam masih memperlihatkan keasliannya~ pepohonan berdiri dengan kokoh~ menambah suasana nan sejuk.
Tidak jarang saat menjelang maghrib, ibuku suka memperingatkanku untuk segera masuk ke dalam rumah.

Aku jarang berlama- lama melihat langit di pagi hari (kan sekolah :D). Maka ketika sedang libur sekolah, aku menyempatkan diri berlama- lama melihat langit di pagi hari. Aku duduk dengan santai di pegangan beranda rumah. Gak jarang juga ayahku teriak dari halaman bawah,
"Nak, jangan sampai jatuh!"
Aku hanya tertawa sambil mengacungkan jempol.
Di sana juga, aku suka bernyanyi dengan suara keras hingga pernah gak sadar kalau kakakku sudah lama berdiri di belakangku :D

Menjelang dewasa, pemandangan yang indah sedikit demi sedikit menghilang dari hadapan. Pepohonan mulai berkurang. Memang sedikit mengurangi keindahan, tapi yah.. kebiasaan itu masih saja ku lakukan. Toh aku juga gak bisa berlama- lama seperti dulu karena keponakanku suka mengajakku bermain. Yah enggak apa- apa. Kan masih ada waktu lain...

Sekarang aku kembali menikmati langit~meski gak selama kayak dulu~. Kali ini tempatnya bukan di rumah tetapi di kost. Aku suka menyempatkan diri naik ke loteng atas kostan. Tidak sampai situ, aku pun menaiki tangga tempat bak air sulingan. Jadilah aku menikmati langit di lantai empat :D
Sesekali aku suka memotret lukisan alam tersebut. Aku pernah memberi salah satu judul foto itu Senja di Atas Kostan. Temanku yang melihat foto itu langsung tertawa,
"Astaga Ber, puitisnya kau."
"Puitis darimana," balasku sambil nyengir kuda.
Sayangnya foto- foto langit yang ku kumpulin itu hilang. Dan aku gak punya foto cadangan -_-

Kebiasaan unik ini juga berlangsung kalau aku menunggu jam praktikum. Sambil ngobrol dengan kawan, aku suka curi- curi pandang menatap langit. Ada salah satu teman sekelasku suka memperhatikan kebiasaanku ini, namun ia gak berani menegur ketika mataku sudah menatap langit (apakah aku bener- bener terlihat serius saat itu?).

Bagiku, langit memiliki keunikan sendiri.Tinta uniknya suka berubah dari waktu ke waktu. Ada biru jernih, putih bak kapas, kelabu di kala hujan. Saat senja, lembayung mendominasi langit dikelilingi perpaduan warna lainnya. Tidak hanya itu,  bianglala, rembulan, bintang.. berada di dekatnya. PeranNya dalam melukis langit membuatku terkesima akan goresan tinta yang nyata.

Rabu, 12 Februari 2014

Ketika Kamu Gak Ada

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Ketemu lagi dengan saya, admin dari blog Random. Yap... udah lama banget gak mosting dan berbagi cerita di blog dikarenakan laptop kesayanganku yang setia menemaniku untuk membuat tugas, membuat postingan blog hingga suka dijadiin curhatan harus berada di 'rumah sakit.'
*Iklan
Q: Jadi kamu nulis pake apa Ber? :p
A: Pake laptop dong. Laptop saudara -_-

Hari ini sesuai judul di atas, aku mau jabarin sekaligus cerita pengalaman manisku ketika aku harus berpisah dengan laptopku dalam waktu yang sangat lama.

Senin, 30 Desember 2013

30122013

"Aku tak tau definisi baik itu seperti apa, tapi aku akan berusaha semampuku untuk melakukan yang terbaik."

Tes postingan via hp
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 22 Desember 2013

22122013

Cahaya kecil berpendar di langit-langit kamar.
Sepasang mata menatapnya dengan pandangan kosong.
Terpaku,
ia hanya menyimak obrolan gerimis yang kian menjadi.