Kamis, 14 Agustus 2014

Antara Aku, Cinta, dan Tulisan

Assalamualaikum Wr.Wb

Dear sobat,

Ketika kau melihat c.i.n.t.a,
kau tau sob, dulu aku terheran- heran mengapa ‘cinta’ menjadi topik termudah terwujudnya inspirasi. Apalagi lagu You’re the Inspiration- nya Chicago turut mewarnai topikku.

Beberapa jawaban yang kuanggap konyol perlahan menyembuhkan rasa penasaranku~ meski belum seluruhnya. Syair misalnya, yang kebanyakan bertema cinta, mungkin ia adalah tema yang mudah diciptakan? Dibandingkan dengan tema lain yang menurut mereka lebih ‘memberatkan’ untuk dipikirkan menjadi untaian kata? Tentang politik misalnya. Ah, padahal banyak juga yang berhasil menciptakan untaian kata diluar topik cinta.

Waktu itu ketika aku masih remaja, aku menemukannya, dia yang membuat dunia seakan berhenti beberapa detik. Begitu kata mereka. Lucu sekali kedengarannya kau mendengar kiasan itu. Tapi jika kau yang mengalaminya sob, aku yakin kau perlahan mengiyakannya juga. Aku yang menyukai keramahannya dari balik dinding…

Semenjak itu, untaian kata mengalir deras disetiap langkah. Aku seakan tak pernah kehabisan ide untuk menulis tentangnya. Aneh sekali, bak sihir.

Namun ketika ia menghilang, perlahan tulisan- tulisan tentangnya mengalir tidak sederas dulu (karena aku suka menulis maka aku tetap melanjutkannya walaupun dengan topik lain). Memang dari awal aku hanya penggemar rahasia, jadi tulisan- tulisan tentangnya aku buat untuk disimpan di dalam kotak yang makin lama berdebu. Setiap hari aku membersihkan kotak itu. Ku rawat dengan sebaiknya dalam keadaan tetap tertutup rapat. Di waktu yang tepat aku akan membuka lalu menguncinya kembali. Isinya? Hanya Allah yang tau apakah ia akan berupa tulisan lama atau yang lebih baik lagi.

Ketika kau hobi menulis selalu ada ide yang bertebaran. Mungkin awalnya tulisan itu benar- benar berserakan. Tinggal bagaimana kau berusaha mengumpulkannya menjadi susunan yang indah. Dan mengenai topik cinta? Kita dikelilingi akan kecintaan terhadap manusia, alam atau apapun itu. Tapi hakikatnya tetap Rabb dan utusanNya lah yang utama dan abadi.

Selamat menangkap makna ini ya sob ;)

Wassalamualaikum Wr.Wb
Salam dari sobatmu,
BR

Nb: Mungkin ada yang tak sependapat dari tulisanku. Tapi perbedaan itu indah kan?

Senin, 04 Agustus 2014

Metamorfosis

Aku lupa awalnya aku, R, dan D membicarakan tentang apa. Aku yakin mereka juga lupa ~kecuali satu topik ini. Mungkin~ Di tengah pahitnya akan kepenatan, sejenak kita terhibur oleh memori lama. Sayangnya, kita terlena, teman. Perlahan terbawa arus kesejukannya. Menyapa jiwa muda yang saat itu membutuhkan sandaran.

"Ah.. udah lelah sekali rasanya. Enakan pas masa kanak- kanak. Senang melulu..."
"Dan kamu mau jadi anak- anak lagi?" celetukku sambil tersenyum.
Ia hanya tersenyum. Tak menjawab. Tak menggelengkan ataupun menganggukkan kepala. Rupanya ia menyimpan jawabannya rapat- rapat. Kemudian ia ikut berdiri di samping kami. Lalu menatap hampa pemandangan di depan.
"Waktu kecil, aku suka ngejar layangan putus. Dan taunya layangan itu nyangkut di atap rumahku," ujarnya sambil menatap layangan dari kejauhan.

Dengan sejenak mengingat masa kecil, semoga kita menjadi terhibur ya sob.

Minggu, 20 Juli 2014

Akulah Bintang

Sebelum aku menuliskan ceritaku lebih lanjut, terlebih dahulu aku mau minta maaf sama orang- orang yang terlibat di cerita ini. Apalagi di cerita ini ada salah satu dosenku :3
Untuk jaga privasi mereka, aku pake nama samaran. Yah.. siapa tau yang gak sengaja ketemu blog ku ini adalah salah satu diantara mereka :3 (you know what I mean).

Cerita ini bermula dari Sabtu, 5 Juli. Aku mendapat sms dari Mbak Wini, ketua KMMF (Keluarga Mahasiswa Muslim Farmasi), untuk ngajak buka bersama di rumah Pak Ahmad, dosen sekaligus pembina organisasi. Sebenarnya dari awal proker tambahan, agenda ini udah ada. Tapi entah mengapa saat hari H aku menjadi ogah- ogahan berangkat. Sepertinya ini efek dari habis UAS, pengen cepet- cepet pulkam, namun tertunda karena suatu hal. Hehe... (yang pasti bukan tertunda gara- gara acara ini ^_^)

Keogahanku makin menjadi ketika aku telat bangun tidur siang dari jadwal jam agenda. Asli, itu gak disengaja! Alarm di kepalaku udah menyesuaikan diri dengan keogahanku rupanya :o

Hari itu udah pukul 4 lewat. Mbak Wini send all ke seluruh anggota:
Mbak Wini: Yuk, yang mau ikut buka bersama ditunggu di masjid.
Aku: (Kubalas) Saya nggak ikut ya mbak
Mbak Wini: Kenapa gak ikut dek?
Aku: Udah kesorean mbak. Belum solat. Ntar lama nunggunya

Aku gak bohong. Aku belum solat asar. Tapi aku gak ngasih tau kalo sebenarnya aku juga lagi males berangkat. Gak enak sama mbaknya.

Ternyata Mbak Wini gak menyerah:
Mbak Wini: Gak apa- apa dek, Mbak tunggu ya. Kita udah masak banyak, ntar mubazir :) Bareng Tami kan dek?
Aku: Tami gak ikut mbak. Gak tau kenapa.

Mbak Wini langsung meneleponku,
Mbak Wini: Mbak jemput adek di kostan ya
Duh, aku jadi gak enakan sama Mbak Wini. Masa mbaknya jemput aku dikosan?
Aku: Eh, nggak usah mbak Biar aku aja yang jalan ke masjid. Masih ada tebengan motor kan?
Mbak Wini: Iya dek masih ada. Mbak tunggu ya.
(saat itu udah jam setengah 5)

Aku akhirnya melawan rasa keogahanku. Belum aku berangkat, tiba- tiba Lina sms:
Lina: Ber, kalo kamu berangkat, ajak Tami sama Riri ya.
Aku: (Kubalas) Mereka gak berangkat. Riri di tempat mbaknya. Kalo Tami aku gak tau kenapa.
(mereka bertiga adalah teman sekelas sekaligus kosan)
Lama sekali dibalas oleh Lina. Dan tau- taunya...
Lina: Kamu gak bilang sih kalo konfirmasi ikut, jadi kita bisa bareng. Aku kira kamu gak ikut. Kamu siap- siap ya, biar aku jemput.

Aduh, tambah lagi ini =_= Padahal kan aku belum bilang mau ikut apa enggak :o
(Efek belum ada motor gini nih. Kawanku jadi antar jemput. Rada gak enak sih. Mau pinjam sama yang lainpun, motornya dipake semua)

Jam 5 lewat 5, Lina menjemputku. Padahal jarak rumah Pak Ahmad sama kosanku sangat jauh. Aku berpikir, jangan- jangan pas azan baru nyampe -_-

Ternyata enggak. Alhamdulillah..Kan gak enak dong kalo pas azan nyampe. Kayak cuma numpang buka puasa aja -_-
Akhwat dan ikhwan KMMF telah berkumpul. Rada- rada kaget aku datang sangat telat. Aku pun meminta izin dengan Pak Ahmad untuk ke dalam rumah, berkumpul sama akhwat lainnya.

Pak Ahmad melanjutkan pengarahan yang terpotong gara- gara kedatanganku tadi :p Aku gak terlalu menyimak apa yang dibicarakan beliau. Beberapa akhwat bertanya kepadaku alasan ketidakhadiran Tami dan Riri.

Namun ketika aku mulai fokus mendengarkan pengarahan Pak Ahmad, beberapa menit menjelang waktu berbuka, tiba- tiba beliau berkata,
"...Kebaikan itu terkadang susah dilakukan. Harus dipaksa. Saya tahu itu. Seperti tadi kan, temannya dijemput jauh- jauh untuk datang ke sini."
Teman- temanku tertawa. Aku spontan bersembunyi di balik gorden. Bener- bener malu. Sempat kulihat Pak Ahmad tersenyum ke arahku. Disaat begini Pak Ahmad mengeluarkan leluconnya. Dosen kami ini memang udah dikenal sebagai humoris.

Akhwat semakin menjadi- jadi  mengguyoniku atas lelucon tadi. Lina yang menjemputku tadi malah ikut- ikutan mengguyoniku. Padahal siapa coba yang berinisiatif menjemput =_=

Semoga dari pengalaman ini jadi pelajaran buat kalian ya sob.

 "Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"

Minggu, 27 April 2014

27042014

"...Karena yang dekat belum tentu dekat."
Aku seakan tersihir dengan kata- kata itu. Awalnya aku tidak mengerti maksudnya.
Menolak semua kemungkinan.
Namun ketika perlahan berubah, sejenak aku menutup mata.
Bergumam,
semoga semua baik- baik saja...

Random