Sabtu, 20 September 2014

Lembayung Sore Itu

Beberapa orang berlalu lalang di dalam bus sore itu,
kemudian hanyut dalam pikiran masing- masing,
sebagian lain terlibat dalam percakapan ringan.
Kau adalah arus waktu,
beberapa kali lembayung semakin memekatkan dirinya sebelum lenyap,
Kemudian,
orang- orang yang memenuhi bus sore itu
berlalu lalang menuju peraduannya masing- masing

Jumat, 19 September 2014

Ada yang Mengganjal

Akhir- akhir ini aku merasa memiliki suatu keinginan, tapi gak tau apa yang benar- benar kuinginkan. Aku berusaha semaksimal mungkin menjalani aktivitas seperti biasa.
Tapi itu tadi, ada yang kurang, ada yang mengganjal, pikirku.
Beberapa deadline tugas bertumpukan di hadapan.
Semaksimal mungkin ku kerjakan.
Beberapa jam kemudian, aku menatap dari jendela kamar, menatap sejauh- jauhnya, apa yang kira- kira ada di sana.
Tapi itu tadi, ada yang kurang, ada yang mengganjal, pikirku.
Sedetik kemudian, sambil beristirahat, aku menerka- nerka,
"kejadian apa yang akhir- akhir ini aku lewatkan?"
Mulai bosan dengan pertanyaan aneh itu, aku pun melanjutkan aktivitasku lagi

Suatu hari, salah satu teman sekelasku duduk disampingku. Ia termasuk orang yang gak banyak bicara. Aku hanya tersenyum menyapa. Tanpa kuduga ia membalasnya dengan percakapan. Mulanya percakapan ringan, namun saat pertengahan, ia memberikanku sebuah masukan.

Aku menganggukkan kepala.  Aku sudah lama gak berbicara banyak sama orang. Berbicara sih.. tapi isi percakapannya seakan datang lalu pergi lagi..
Tapi hari itu, kami berbicara apa saja ~ bukan gosip~ sampai- sampai ia memberikanku masukan berharga untuk deadline tugas.

Ini dia yang dari kemarin membuatku serasa ada yang mengganjal:
"dari kemarin- kemarin, kamu sudah bersosialisasi, tapi kamu belum meresapi makna sosialisasi positif itu."

Ahh.. karenamu.. terimakasih ya kawan...

Kamis, 14 Agustus 2014

Antara Aku, Cinta, dan Tulisan

Assalamualaikum Wr.Wb

Dear sobat,

Ketika kau melihat c.i.n.t.a,
kau tau sob, dulu aku terheran- heran mengapa ‘cinta’ menjadi topik termudah terwujudnya inspirasi. Apalagi lagu You’re the Inspiration- nya Chicago turut mewarnai topikku.

Beberapa jawaban yang kuanggap konyol perlahan menyembuhkan rasa penasaranku~ meski belum seluruhnya. Syair misalnya, yang kebanyakan bertema cinta, mungkin ia adalah tema yang mudah diciptakan? Dibandingkan dengan tema lain yang menurut mereka lebih ‘memberatkan’ untuk dipikirkan menjadi untaian kata? Tentang politik misalnya. Ah, padahal banyak juga yang berhasil menciptakan untaian kata diluar topik cinta.

Waktu itu ketika aku masih remaja, aku menemukannya, dia yang membuat dunia seakan berhenti beberapa detik. Begitu kata mereka. Lucu sekali kedengarannya kau mendengar kiasan itu. Tapi jika kau yang mengalaminya sob, aku yakin kau perlahan mengiyakannya juga. Aku yang menyukai keramahannya dari balik dinding…

Semenjak itu, untaian kata mengalir deras disetiap langkah. Aku seakan tak pernah kehabisan ide untuk menulis tentangnya. Aneh sekali, bak sihir.

Namun ketika ia menghilang, perlahan tulisan- tulisan tentangnya mengalir tidak sederas dulu (karena aku suka menulis maka aku tetap melanjutkannya walaupun dengan topik lain). Memang dari awal aku hanya penggemar rahasia, jadi tulisan- tulisan tentangnya aku buat untuk disimpan di dalam kotak yang makin lama berdebu. Setiap hari aku membersihkan kotak itu. Ku rawat dengan sebaiknya dalam keadaan tetap tertutup rapat. Di waktu yang tepat aku akan membuka lalu menguncinya kembali. Isinya? Hanya Allah yang tau apakah ia akan berupa tulisan lama atau yang lebih baik lagi.

Ketika kau hobi menulis selalu ada ide yang bertebaran. Mungkin awalnya tulisan itu benar- benar berserakan. Tinggal bagaimana kau berusaha mengumpulkannya menjadi susunan yang indah. Dan mengenai topik cinta? Kita dikelilingi akan kecintaan terhadap manusia, alam atau apapun itu. Tapi hakikatnya tetap Rabb dan utusanNya lah yang utama dan abadi.

Selamat menangkap makna ini ya sob ;)

Wassalamualaikum Wr.Wb
Salam dari sobatmu,
BR

Nb: Mungkin ada yang tak sependapat dari tulisanku. Tapi perbedaan itu indah kan?

Senin, 04 Agustus 2014

Metamorfosis

Aku lupa awalnya aku, R, dan D membicarakan tentang apa. Aku yakin mereka juga lupa ~kecuali satu topik ini. Mungkin~ Di tengah pahitnya akan kepenatan, sejenak kita terhibur oleh memori lama. Sayangnya, kita terlena, teman. Perlahan terbawa arus kesejukannya. Menyapa jiwa muda yang saat itu membutuhkan sandaran.

"Ah.. udah lelah sekali rasanya. Enakan pas masa kanak- kanak. Senang melulu..."
"Dan kamu mau jadi anak- anak lagi?" celetukku sambil tersenyum.
Ia hanya tersenyum. Tak menjawab. Tak menggelengkan ataupun menganggukkan kepala. Rupanya ia menyimpan jawabannya rapat- rapat. Kemudian ia ikut berdiri di samping kami. Lalu menatap hampa pemandangan di depan.
"Waktu kecil, aku suka ngejar layangan putus. Dan taunya layangan itu nyangkut di atap rumahku," ujarnya sambil menatap layangan dari kejauhan.

Dengan sejenak mengingat masa kecil, semoga kita menjadi terhibur ya sob.